Kameranusantara.id - Korps Marinir TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa peserta latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) dari Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Merah Putih dan memiliki riwayat penyakit tertentu tidak akan dilibatkan dalam aktivitas fisik berat selama masa pendidikan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan peserta agar tetap dapat mengikuti seluruh tahapan pembelajaran yang telah disiapkan.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis maupun gangguan kesehatan serius ditempatkan secara terpisah dari peserta lainnya.
"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6).
Menurut Agus, kebijakan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan sebelum para peserta mengikuti program latihan dasar kemiliteran. Dari hasil evaluasi medis tersebut, peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu diarahkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam ruangan.
Sementara itu, peserta yang dinyatakan memiliki kondisi fisik yang memadai tetap menjalani berbagai agenda pelatihan lapangan yang telah dijadwalkan. Kegiatan tersebut mencakup apel pagi, pembinaan kedisiplinan, latihan peraturan baris-berbaris, hingga sejumlah materi dasar kemiliteran lainnya yang bertujuan membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan.
Selain itu, pada pekan ketiga pelaksanaan pendidikan, seluruh peserta yang memenuhi syarat kesehatan akan mengikuti latihan menembak perorangan sebagai bagian dari pembekalan dasar militer.
"Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya," kata Agus.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini seluruh proses pendidikan dan pelatihan berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Korps Marinir juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi peserta guna memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar.
Agus berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan program pendidikan dengan baik serta memperoleh bekal kedisiplinan, semangat nasionalisme, dan kemampuan dasar yang dapat mendukung tugas mereka di masa mendatang, khususnya dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.
Sebanyak 674 peserta Latsarmil dari Program SPPI saat ini menjalani pendidikan selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta dibagi ke dalam empat kompi yang masing-masing terdiri atas enam peleton. Selama masa pelatihan, mereka menerima berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!