Jakarta, Kameranusantara.id Anggota DPR RI Komisi XIII, Marinus Gea, menekankan bahwa penguatan ideologi Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kampus Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Tangerang, Kamis (2/7).
Dalam pemaparannya, Marinus menjelaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama, budaya, dan golongan. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat tetap terjaga karena adanya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan bahwa pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada sebatas hafalan atau pemahaman teori. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam sikap, perilaku, kepemimpinan, pelayanan kepada masyarakat, serta hubungan antarsesama dalam kehidupan sehari-hari.
Marinus menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi Pancasila tidak diukur dari banyaknya masyarakat yang mampu menghafalkan lima sila, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sosial.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya terus memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai dasar negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan bangsa.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bukan lagi terbatas pada kurangnya pemahaman masyarakat mengenai Pancasila, tetapi lebih kepada rendahnya implementasi nilai-nilai tersebut. Berbagai persoalan seperti intoleransi, praktik korupsi, ketidakadilan sosial, penyalahgunaan teknologi digital, hingga meningkatnya konflik dan saling serang di ruang publik menjadi bukti bahwa bangsa masih membutuhkan lebih banyak keteladanan.
Oleh karena itu, Marinus menilai kehadiran Relawan Kebajikan Pancasila memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan sosial yang mampu mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan dapat mengubah pendekatan pembinaan ideologi dari sekadar penyampaian materi menjadi pembentukan karakter dan budaya kebajikan di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Relawan Kebajikan Pancasila bukanlah organisasi yang dibentuk untuk kepentingan politik praktis maupun kelompok tertentu. Gerakan ini merupakan wadah moral kebangsaan yang menghimpun warga negara yang bersedia menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Melalui penguatan peran relawan tersebut, diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin membumi dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, serta menghadapi berbagai tantangan di era digital. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!