Suarabersama.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas peluang sinergi dalam mendukung berbagai agenda strategis nasional. Pertemuan tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan jaringan organisasi NU sebagai mitra dalam memperluas penyampaian program-program pemerintah kepada masyarakat sekaligus membahas peluang kerja sama di bidang investasi, hilirisasi, dan industrialisasi.
"Dalam diskusi ini, NU memiliki jaringan struktur organisasi yang bisa kami tawarkan sebagai channel untuk menghantarkan agenda-agenda nasional pemerintah ke masyarakat," kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu.
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjelaskan bahwa kolaborasi antara PBNU dan pemerintah telah terjalin sejak akhir 2022 melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti Gerakan Keluarga Maslahat. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain membahas sinergi program, PBNU juga mengonsultasikan rencana pengembangan investasi yang melibatkan berbagai mitra internasional. Konsultasi tersebut difokuskan pada aspek regulasi, mekanisme investasi, serta tata kelola yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami tadi mengkonsultasikan dengan Pak Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang harus kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi," ujarnya.
Gus Yahya menegaskan bahwa setiap langkah yang ditempuh PBNU diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah yang membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang strategis.
"Alhamdulillah, Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini, karena apapun NU dalam semua yang dikerjakan tidak ada tujuan selain untuk membantu negara dan masyarakat," ucap Ketum PBNU.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berkembang melalui berbagai inisiatif pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi nasional.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik berbagai gagasan kolaborasi yang disampaikan PBNU, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan investasi, hilirisasi, dan industrialisasi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau pemerintah bisa bantu itu, saya pikir akan bagus, sehingga proyeknya bisa berjalan lebih lancar. Tadi untuk ide-ide investasi kita akan pelajari, kalau memang bisa berjalan sesuai dengan pattern yang ada dan terkendali, kita akan support apa yang dilakukan (atau) diinisiasi oleh NU," tutur Purbaya Yudhi Sadewa. (hni)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!