JAYAPURA, suarabersama.com – Komitmen masyarakat Papua untuk menjaga stabilitas keamanan dan persatuan terus menguat. Sejumlah tokoh adat, aktivis, dan pemerintah daerah menyerukan penolakan terhadap berbagai bentuk provokasi yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat serta menghambat pembangunan di Tanah Papua.
Kepala Suku Besar Tariko, Soleman Wambu, mengatakan masyarakat adat menginginkan situasi yang aman, damai, dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan. Menurutnya, stabilitas menjadi fondasi utama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi.
Ia menilai narasi yang memicu perpecahan hanya akan memperburuk kondisi sosial serta mengganggu kehidupan masyarakat. Selain berdampak pada keamanan, situasi yang tidak kondusif juga berpotensi menghambat akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian warga.
Soleman menegaskan masyarakat Papua saat ini lebih membutuhkan suasana yang tertib dan damai untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk provokasi.
Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk mengambil peran positif melalui pendidikan, peningkatan kapasitas diri, dan keterlibatan dalam pembangunan daerah, bukan terjebak pada ajakan yang dapat memicu konflik.
Pandangan serupa disampaikan aktivis Papua Charles Kossay. Menurutnya, aksi kekerasan yang terjadi selama ini justru lebih banyak merugikan masyarakat sipil yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan konflik.
Charles menilai dampak konflik tidak hanya dirasakan dari sisi keamanan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat dan menurunkan rasa aman di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing oleh informasi atau isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Melalui sinergi antara tokoh adat, masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, diharapkan Papua tetap berada dalam suasana yang aman, harmonis, dan kondusif sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!