BANDA ACEH, kameranusantara – Polda Aceh mengamankan seorang anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tewasnya Prajurit Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, Pratu Galuh Nugraha, saat operasi pengejaran terduga bandar narkoba di Kabupaten Bireuen.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan oknum Brimob tersebut merupakan pengemudi mobil Mitsubishi Triton Double Cabin yang menjadi target pengejaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh. Sementara tiga orang lain yang berada di dalam kendaraan masih dalam pengejaran.
"Pengemudi kendaraan telah diamankan dan diketahui merupakan anggota Brimob Polda Aceh. Tiga penumpang lainnya masih diburu petugas," ujar Joko, Senin (27/7/2026).
Peristiwa bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi dan pengangkutan narkotika di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga menemukan kendaraan yang dicurigai.
Saat hendak dihentikan, pengemudi justru melarikan diri dan sempat menabrak sepeda motor yang terseret beberapa meter. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan untuk menghentikan laju kendaraan.
Dalam proses pengejaran itu, Pratu Galuh yang berada di sekitar lokasi berupaya membantu petugas dengan membuka palang besi di area SPBU Juli untuk mengadang kendaraan. Namun, korban terkena peluru rekoset yang diduga berasal dari tembakan anggota Ditresnarkoba.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Setelah menjalani proses visum, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.
Selain mengamankan pengemudi, polisi juga menyita mobil Mitsubishi Triton dan barang bukti narkotika yang ditemukan dalam operasi tersebut.
Polda Aceh juga telah mengamankan anggota Ditresnarkoba yang melepaskan tembakan beserta senjata api dan amunisi yang digunakan. Saat ini penyidik bersama Bidang Propam masih melakukan pemeriksaan, termasuk uji balistik dan evaluasi terhadap penggunaan senjata api sesuai prosedur.
Polda Aceh menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat sekaligus memastikan penyebab pasti insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!