Kameranusantara.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk kembali percaya terhadap prospek ekonomi Indonesia setelah lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil.
Menurut Purbaya, keputusan S&P menjadi sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi nasional tetap solid di tengah tekanan ekonomi global. Karena itu, ia menilai pelaku pasar tidak perlu lagi khawatir untuk berinvestasi di Indonesia.
"Bagi investor pasar modal, ini momentum yang baik. Jangan ragu lagi," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).
Ia meyakini keputusan S&P akan berdampak positif terhadap pasar keuangan domestik, mulai dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pasar obligasi, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Purbaya menilai sentimen negatif yang sempat membayangi pasar dalam beberapa waktu terakhir akan berangsur mereda seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Meski rupiah sempat berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS, ia optimistis mata uang Garuda akan kembali menguat seiring masuknya arus investasi asing.
Menurut Purbaya, salah satu pertimbangan S&P mempertahankan peringkat Indonesia adalah keyakinan terhadap kuatnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam menjalankan agenda pembangunan nasional. Ia mengungkapkan hal tersebut juga menjadi pembahasan saat pemerintah bertemu investor dan pihak S&P di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Selain itu, Purbaya menilai keputusan lembaga pemeringkat tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dijalankan secara tidak hati-hati. Ia menegaskan pengakuan dari S&P menunjukkan Indonesia tetap mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Purbaya juga menyinggung sejumlah lembaga yang sebelumnya memberikan penilaian kurang optimistis terhadap ekonomi Indonesia. Menurutnya, penilaian tersebut muncul sebelum data ekonomi kuartal I 2026 dipublikasikan sehingga belum menggambarkan kondisi terkini secara utuh.
Meski demikian, pemerintah, kata dia, tetap akan melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi dan mengurangi berbagai inefisiensi yang masih ada.
"Pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan ekonomi. Anggaran negara tetap aman dan prospek ekonomi Indonesia tetap baik," tegasnya. (kls)















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!