KAMERANUSANTARA – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan pengamanan wilayah serta edukasi kepada masyarakat guna melindungi generasi muda dari pengaruh paham radikalisme, separatisme, dan ekstremisme.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa personel TNI mempertebal pengamanan di sejumlah wilayah rawan dan kawasan perbatasan sebagai langkah preventif agar kelompok bersenjata tidak memiliki ruang untuk memengaruhi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja Papua.
Menurutnya, kehadiran aparat keamanan tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman sehingga program pembangunan pemerintah dapat berjalan secara optimal.
"TNI hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman, sementara berbagai program peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidikan yang menjadi prioritas pemerintah dapat dirasakan hingga ke wilayah terpencil," ujarnya dalam kegiatan pembekalan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.
Selain memperkuat pengamanan, Kogabwilhan III juga mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, para orang tua, dan Mama-Mama Papua. Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi masa depan generasi muda.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial, personel Satgas TNI terus mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak Papua memperoleh pendidikan yang layak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Papua, termasuk peningkatan akses pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana tertuang dalam program prioritas nasional.
Kehadiran TNI di wilayah Papua juga diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kogabwilhan III menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan semakin maju.
Melalui strategi pengamanan yang dipadukan dengan pendekatan persuasif dan pemberdayaan masyarakat, TNI berharap generasi muda Papua dapat tumbuh dalam lingkungan yang kondusif, memperoleh pendidikan yang baik, serta menjadi bagian dari pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Maju sesuai arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.(*)















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!