Kameranusantara – RSUD Cicalengka mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga memberikan komentar tidak berempati terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan di media sosial. Keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan investigasi internal sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.
Direktur RSUD Cicalengka menjelaskan bahwa penonaktifan dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan secara objektif, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa kasus yang viral tersebut tidak terjadi di RSUD Cicalengka, namun komentar oknum pegawai dinilai tidak mencerminkan etika profesi tenaga kesehatan.
Langkah cepat manajemen dinilai mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya pelayanan publik yang profesional, humanis, dan akuntabel. Evaluasi terhadap etika bermedia sosial bagi tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
Pemerintah terus mendorong seluruh fasilitas kesehatan agar menjunjung tinggi nilai empati, integritas, dan pelayanan prima. Penanganan kasus ini diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan aparatur sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
Dengan respons yang cepat, transparan, dan sesuai prosedur, pemerintah optimistis kualitas layanan kesehatan akan terus meningkat serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!