Airlangga: Investasi Baru Jadi Motor Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia

Airlangga: Investasi Baru Jadi Motor Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia

Kameranusantara.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja pada semester I 2026 menunjukkan tren positif meskipun di tengah munculnya berbagai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (5/8), Airlangga menjelaskan penyerapan tenaga kerja langsung selama semester I 2026 mencapai 1,45 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15 persen dari tahun lalu. Di tengah adanya beberapa isu ataupun kasus-kasus PHK, jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru, meningkat tinggi," ujar Airlangga.

Menurutnya, peningkatan penyerapan tenaga kerja sejalan dengan pertumbuhan investasi nasional yang hingga semester I 2026 mencapai 7,2 persen atau berada di atas laju pertumbuhan ekonomi. Realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.010,6 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target investasi nasional tahun 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp502,9 triliun.

Berdasarkan data Badan Kebijakan Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa yang sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

Secara wilayah, DKI Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar dengan nilai Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total investasi nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.

Sementara berdasarkan sektor usaha, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp150,4 triliun atau sekitar 14,9 persen dari total realisasi investasi semester I 2026.

Kontribusi besar lainnya berasal dari sektor jasa yang didominasi pembangunan pusat data (data center) sebesar Rp114 triliun, diikuti sektor pertambangan Rp105 triliun, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp102,7 triliun, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp85,8 triliun.

Di sisi lain, Airlangga mengakui masih terdapat tantangan di pasar tenaga kerja seiring adanya kasus PHK di sejumlah perusahaan. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), sekitar 126 ribu pekerja mengalami PHK sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebagaimana tercermin dari data kepesertaan nonaktif BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) akibat PHK tercatat mencapai sekitar 50 ribu klaim pada periode yang sama.

Meski demikian, pemerintah menilai peningkatan investasi dan bertambahnya lapangan kerja baru menjadi indikator positif yang diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan pasar kerja nasional. (*)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement