Kameranusantara.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan sejumlah strategi yang disiapkan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Salah satu faktor utama yang dinilai perlu dijaga adalah tingkat konsumsi masyarakat.
"Yang paling penting adalah konsumsi masyarakat. Karena dia 53% dari keseluruhan produk domestik Bruto itu," ujar Suahasil dalam acara Top Economy yang tayang di Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 21.05 WIB.
Menurut Suahasil, strategi pemerintah tidak hanya ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kelompok kelas menengah. Sementara masyarakat kelas atas tetap menjadi perhatian, meskipun dinilai memiliki tingkat kemandirian ekonomi yang lebih tinggi.
"Kelompok masyarakat yang bawah harus kita bantu. Itulah perlindungan sosial, bantuan sosial," jelasnya.
Untuk kelompok kelas menengah, pemerintah menyiapkan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, menjaga stabilitas harga, serta pemberian berbagai insentif. Langkah tersebut dinilai penting karena kelas menengah memiliki peran dinamis dalam perekonomian.
"Sehingga sangat penting untuk kita jaga ekspektasi dan keinginan-keinginannya," ucapnya.
Peran Danantara Dorong Investasi
Selain menjaga konsumsi, Suahasil menyebut Danantara memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027. Menurutnya, keberadaan Danantara diarahkan untuk memperkuat investasi nasional.
"[Danantara] dengan keseluruhan konsolidasi asetnya itu kemudian bisa menjadi katalis," katanya.
Suahasil menjelaskan, Danantara dapat mengoptimalkan aset dan proyek yang dimiliki untuk menarik partisipasi swasta serta pelaku ekonomi nonpemerintah. Dengan demikian, dunia usaha diharapkan semakin terdorong melakukan ekspansi, membuka cabang baru, maupun membangun fasilitas produksi.
"[Danantara] yang fundamental itu menjadi katalis mengundang masuk crowd in swasta sehingga swastanya juga mau ikut berpartisipasi, meningkatkan ekspansi dunia usaha, mau ekspansi untuk buka cabang baru, buka pabrik baru," terangnya.
Menurut Wamenkeu, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan hasil kontribusi seluruh pelaku ekonomi dan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang kolaborasi serta mengoptimalkan berbagai kebijakan untuk menciptakan Indonesia sebagai negara yang ramah terhadap investasi dan kegiatan usaha.
Untuk memaksimalkan peran Danantara, pemerintah juga perlu memastikan iklim investasi tetap kondusif. Perbaikan sistem perizinan, infrastruktur, logistik, serta berbagai aspek pendukung lainnya menjadi bagian dari strategi tersebut.
"Kita memperbaiki seluruh sistem yang ada, sistem hukum, dan macam-macam, sehingga menciptakan lingkungan usaha yang kondusif untuk para investor kita," tuturnya. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!