JAKARTA , kameranusantara.id – Uskup Jayapura sekaligus Komisaris PT Associated Mission Aviation (AMA), Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, mengecam keras penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dan pembakaran pesawat AMA di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Menurut Yanuarius, insiden tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang belum pernah dialami AMA selama lebih dari 67 tahun melayani masyarakat di pedalaman Papua.
"Selama ini kami menghadapi risiko kecelakaan karena cuaca atau faktor teknis. Namun, tindakan kekerasan seperti ini sangat tidak manusiawi dan tidak dapat diterima," ujarnya dalam keterangan pers.
Yanuarius menegaskan AMA hadir sebagai bagian dari pelayanan gereja untuk mendukung masyarakat di wilayah terpencil melalui transportasi udara. Layanan tersebut mencakup distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Ia juga membantah tudingan yang menyebut pesawat AMA digunakan untuk kepentingan militer.
"Pesawat AMA tidak pernah mengangkut personel TNI, Polri, TPNPB maupun amunisi. Kami hanya menjalankan misi kemanusiaan tanpa kepentingan politik ataupun militer," tegasnya.
Menurutnya, operasional AMA selama ini mendapat dukungan pemerintah melalui program subsidi penerbangan perintis guna melayani daerah-daerah yang sulit dijangkau. Penerbangan ke Balinggama dilakukan secara rutin dan tidak pernah disertai ancaman maupun larangan sebelumnya.
Yanuarius mengungkapkan pesawat yang dibakar merupakan hasil dukungan dan penggalangan dana dari umat serta lembaga gereja. Karena itu, kehilangan pesawat tersebut menjadi pukulan besar, baik secara moral maupun finansial bagi AMA.
Meski demikian, pihaknya menegaskan pelayanan kepada masyarakat pedalaman akan tetap menjadi komitmen utama sesuai misi gereja.
Sementara itu, Direktur PT AMA Bob Kayadu menyampaikan duka mendalam atas tewasnya pilot Nicholas. Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi tragedi pertama sepanjang sejarah pelayanan AMA di Papua.
Bob berharap seluruh pihak menghentikan aksi kekerasan agar pelayanan penerbangan kemanusiaan dapat terus berlangsung. Ia mengingatkan, jika serangan terhadap penerbangan misi terus terjadi, maskapai seperti AMA berpotensi menghentikan operasional karena faktor keselamatan awak.
"Kami akan membahas langkah selanjutnya setelah seluruh proses pemakaman pilot selesai. Yang jelas, masyarakat pedalaman sangat bergantung pada layanan penerbangan misi," ujarnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!