Utang Luar Negeri RI Rp8.000 T, Purbaya: Kita Masih Amat Prudent

Utang Luar Negeri RI Rp8.000 T, Purbaya: Kita Masih Amat Prudent

JAKARTA , kameranusantar.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi utang luar negeri Indonesia masih berada dalam batas yang aman dan dikelola secara hati-hati. Menurutnya, besarnya nilai utang tidak bisa dinilai hanya dari nominal, tetapi harus dibandingkan dengan kapasitas ekonomi nasional.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$444,4 miliar atau sekitar Rp8.000 triliun. Angka tersebut meningkat 3,7 persen secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh tambahan utang pemerintah dan Bank Indonesia.

Meski demikian, Purbaya menilai kenaikan tersebut belum mengkhawatirkan. Ia menjelaskan, ukuran utama dalam menilai kesehatan fiskal adalah rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), bukan besarnya nominal utang.

Menurutnya, rasio utang Indonesia masih berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang menjadi acuan internasional berdasarkan Maastricht Treaty.

Purbaya juga membandingkan posisi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang memiliki rasio utang lebih tinggi. Ia menyebut Amerika Serikat memiliki rasio utang sekitar 100 persen terhadap PDB, Singapura sekitar 175 persen, Jepang mencapai 275 persen, sementara Jerman berada di kisaran 60 persen.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai pengelolaan fiskal Indonesia masih tergolong sangat prudent atau berhati-hati.

Selain itu, Purbaya menyoroti keputusan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) yang tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan mengelola anggaran negara.

Ia menambahkan, apabila kondisi fiskal Indonesia dinilai memburuk, lembaga pemeringkat kemungkinan akan menurunkan prospek menjadi negatif atau bahkan menurunkan peringkat utang. Namun, penilaian yang tetap stabil menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai kuat oleh pasar global.

Pemerintah pun memastikan akan terus menjaga disiplin fiskal dan mengelola utang secara terukur agar tetap mampu mendukung pembangunan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional. (kls)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement