JAKARTA, kameranusantara.id — Abdul Bais resmi terpilih sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) periode 2026–2031, didampingi Wido Pratikno sebagai Sekretaris Jenderal, dalam forum kongres yang dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Kongres yang digelar pada 6 Maret tersebut berlangsung di tengah dinamika internal organisasi. Agenda awal yang digelar di sebuah kafe sempat terganggu aksi demonstrasi dari massa, sehingga panitia memindahkan lokasi kegiatan ke hotel untuk memastikan forum tetap berjalan.
Setelah relokasi, sidang dilanjutkan dengan agenda Munaslub yang mengusung tema “Menjaga Prinsip Dasar Organisasi”. Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi peserta di tengah perbedaan pandangan terkait pelaksanaan kongres sebelumnya.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Forum menyepakati penghapusan keterkaitan organisasi dengan partai politik serta penyederhanaan struktur internal, termasuk penghilangan Majelis Nasional.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menegaskan posisi FSPMI sebagai organisasi buruh yang independen dan fokus pada kepentingan anggota. Selain itu, perubahan struktur diharapkan membuat kerja organisasi lebih efektif.
Dalam pernyataannya, Abdul Bais menegaskan komitmennya menjaga kemandirian organisasi sekaligus memperkuat solidaritas pekerja.
“FSPMI harus tetap menjadi rumah perjuangan buruh yang kuat, demokratis, dan independen,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru akan fokus pada perlindungan hak pekerja serta peningkatan kesejahteraan anggota di berbagai sektor industri.
Forum tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah organisasi buruh lain yang mendorong agar kepemimpinan baru dapat menjalankan roda organisasi secara profesional dan sesuai aturan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!