JAKARTA, kameranusantara.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah untuk menekan ketimpangan ekonomi setelah rasio gini Indonesia kembali meningkat pada Maret 2026.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas penciptaan lapangan kerja melalui penguatan program vokasi dan magang nasional. Menurut Airlangga, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk mempersempit kesenjangan pendapatan masyarakat.
"Pemerintah terus mendorong program vokasi dan magang agar mampu menekan gini ratio," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Selain memperluas kesempatan kerja, pemerintah juga melanjutkan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang ditanggung pemerintah bagi pekerja dengan penghasilan tertentu. Fasilitas tersebut diberikan kepada pegawai di sektor usaha tertentu yang berpenghasilan bruto maksimal Rp10 juta per bulan, termasuk pekerja tidak tetap dengan batas penghasilan yang telah ditetapkan.
Airlangga menilai kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengurangi ketimpangan ekonomi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini Indonesia pada Maret 2026 mencapai 0,368. Angka itu naik dibandingkan September 2025 yang berada di level 0,363, namun masih lebih rendah dibandingkan Maret 2025 sebesar 0,375.
BPS juga mencatat ketimpangan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Rasio gini di perkotaan tercatat 0,387, sedangkan di wilayah perdesaan sebesar 0,296.
Semakin rendah nilai rasio gini menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata, sementara angka yang semakin mendekati satu mencerminkan tingkat ketimpangan yang lebih tinggi. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!