Kameranusantara.id - Pemerintah memastikan proses transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku setelah Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengajukan pengunduran diri dengan alasan kesehatan. Pemerintah juga memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan kondisi kesehatan yang bersangkutan sembari memastikan keberlanjutan pelaksanaan program-program strategis BGN.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Nanik menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut. Menurutnya, Nanik telah menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri sejak menjalani perawatan di rumah sakit.
"Saat saya jenguk, beliau menyampaikan bahwa dengan kondisi seperti ini, beliau khawatir tidak akan maksimal dalam menjalankan pekerjaan. Beliau juga sudah berpikir untuk menghadap Presiden guna menyampaikan pengunduran diri," jelas Hasan.
Hasan menambahkan bahwa pemerintah menghormati keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi agar pelaksanaan tugas dan pelayanan publik tetap berjalan secara optimal.
"Saya sempat menjenguk Ibu Nanik saat beliau dirawat. Memang ada masalah kesehatan yang harus ditangani secara lebih serius," ujar Hasan.
Pemerintah menegaskan bahwa proses administrasi terkait pengunduran diri masih berlangsung sesuai ketentuan. Informasi resmi mengenai keputusan tersebut akan disampaikan setelah seluruh tahapan administrasi selesai diproses.
"Untuk pernyataan resmi pemerintah, kita tunggu pengumuman dari Menteri Sekretaris Negara. Jika presiden menyetujui, tentu akan segera dipilih sosok terbaik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan," kata Hasan.
Pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan pelaksanaan program-program Badan Gizi Nasional, termasuk berbagai agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat. Proses pengisian jabatan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku sehingga kinerja BGN tetap berjalan efektif dalam mendukung program prioritas nasional. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!