Kameranusantara.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah telah mempersiapkan langkah pengamanan terkait isu rencana demonstrasi besar yang beredar sepanjang Agustus 2026. Menurutnya, aspek teknis pengamanan menjadi kewenangan aparat keamanan, khususnya Kapolri dan Panglima TNI.
“Ya itu kan teknis ya, nanti Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI, kami bidangnya bukan di situ. Tapi, everything is okay ya, semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kan tentu itu bagian dari tanggung jawab kita bersama-sama semua,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2026).
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga memastikan kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif meski muncul informasi mengenai rencana aksi demonstrasi besar selama Agustus 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto menyampaikan aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Berbagai kegiatan, mulai dari ibadah, aktivitas di pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga kunjungan tamu negara tetap berlangsung tanpa gangguan.
“Artinya, di situ kita bisa menyimpulkan bahwa Indonesia aman,” ujar Bhudi di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Bhudi, kepolisian setiap hari menerima informasi mengenai rencana penyampaian pendapat di muka umum maupun berbagai kegiatan masyarakat. Pengamanan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian dan tidak semata-mata dilakukan karena adanya isu potensi kerusuhan yang beredar di media sosial.
"Jadi kegiatan ini kegiatan yang setiap hari ada, termasuk di hari ini. Jadi bukan terkait tentang penebalan," kata Bhudi.
Di tengah beredarnya isu tersebut, sejumlah video yang memperlihatkan situasi demonstrasi dan kericuhan juga ramai beredar di media sosial. Namun, sebagian video tidak mencantumkan informasi yang jelas mengenai waktu maupun lokasi kejadian.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid sebelumnya menyampaikan bahwa sebagian konten tersebut terindikasi sebagai hoaks, video lama, maupun materi yang telah melalui proses penyuntingan.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah bersama aparat keamanan terus mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengutamakan informasi dari sumber resmi. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!