Jakarta, Kameranusantara.id - Wacana yang disampaikan Prabowo Subianto mengenai kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja sektor swasta masih terus menjadi perhatian publik.
Topik ini memicu beragam tanggapan, baik dari kalangan pemerintah maupun dunia usaha.
Sebagaimana diketahui, dalam sidang kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mendorong upaya penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak krisis global.
Selanjutnya pada Sabtu (21/3/2026), Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa kebijakan WFH direncanakan mulai diterapkan setelah Lebaran. Kebijakan ini bertujuan membantu penghematan energi di tengah meningkatnya harga minyak dunia.
Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga dianjurkan untuk sektor swasta.
Ia menyebutkan bahwa skema WFH yang dirancang hanya berlaku satu hari dalam seminggu. Pemerintah akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Dalam Negeri agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Dukungan dari Menteri Keuangan
Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan menyampaikan bahwa kebijakan bekerja dari rumah satu hari setiap pekan berpotensi memberikan dampak efisiensi energi, khususnya dalam menekan konsumsi BBM.
Ia menjelaskan bahwa pembatasan hanya satu hari dilakukan agar keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas tetap terjaga.
Purbaya juga menambahkan bahwa jika kebijakan WFH diterapkan pada hari Jumat, maka masyarakat akan memiliki rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, yakni Jumat hingga Minggu.
Menurutnya, kondisi ini dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberi efek positif bagi sektor pariwisata domestik.
Dukungan dari MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno turut menyampaikan dukungannya terhadap rencana penerapan kebijakan WFH setelah Lebaran.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menurut Eddy, apabila kebijakan ini juga diikuti dengan sistem pembelajaran daring bagi siswa sekolah, maka mobilitas masyarakat akan semakin berkurang sehingga potensi penghematan BBM secara nasional dapat meningkat.
Meski demikian, Eddy mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga agar aktivitas perekonomian nasional tidak terganggu oleh kebijakan tersebut.
Ia juga menegaskan pentingnya sektor industri dan manufaktur tetap beroperasi normal untuk memastikan roda perekonomian tetap bergerak. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!