JAKARTA, kameranusantara.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Langkah ini diambil setelah lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, mengatakan evaluasi dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Peninjauan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan kesehatan peserta hingga pola pelaksanaan kegiatan.
Menurut Ketut, evaluasi meliputi pengawasan medis, pemetaan kondisi kesehatan peserta, penyesuaian intensitas latihan, sistem rujukan rumah sakit, serta mekanisme deteksi dini bagi peserta yang memiliki risiko kesehatan tertentu.
Selain itu, Kemhan juga akan mengubah pendekatan pelatihan agar lebih adaptif dan edukatif. Faktor psikologis peserta turut menjadi perhatian melalui metode pembelajaran yang menekankan kerja sama, pemecahan masalah, dan suasana pelatihan yang lebih positif.
Penguatan layanan kesehatan juga akan dilakukan dengan pemeriksaan berkala bagi peserta berisiko serta koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung pencegahan dan penanganan penyakit, termasuk penyakit paru dan penyakit menular di lingkungan pendidikan.
Ketut menegaskan, program SPPI tidak dirancang untuk mencetak prajurit militer. Latsarmil merupakan bagian dari pembentukan karakter yang bertujuan menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, profesionalisme, semangat gotong royong, dan kesiapan mengabdi kepada masyarakat.
“Tujuan program ini adalah membentuk calon pengelola koperasi dan kampung nelayan yang berkarakter kuat, berintegritas, serta siap menjalankan tugas pembangunan di tengah masyarakat,” ujarnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!