JAKARTA, kameranusantara.id – Kongres serikat pekerja yang digelar pada 6 Maret berlangsung di tengah dinamika internal yang cukup tinggi. Kegiatan tersebut sempat terganggu aksi demonstrasi dari massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di lokasi awal acara.
Aksi yang berlangsung di Bunker Cafe itu membuat jalannya kongres tidak dapat dilanjutkan. Untuk menjaga kondusivitas, panitia kemudian memindahkan forum ke Grand Zuri Hotel agar agenda tetap berjalan.
Munaslub Jadi Momentum Konsolidasi
Meski sempat terhenti, kongres akhirnya dilanjutkan dan memasuki agenda Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Forum ini menjadi titik penting dalam konsolidasi organisasi.
Mengusung tema “Menjaga Prinsip Dasar Organisasi”, Munaslub digelar sebagai respons atas dinamika kongres sebelumnya yang dinilai sebagian anggota tidak berjalan sesuai prinsip organisasi.
Sejumlah peserta menilai forum ini penting untuk mengembalikan kepercayaan anggota serta memastikan mekanisme organisasi berjalan secara demokratis.
Perubahan AD/ART
Dalam Munaslub, peserta juga membahas perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Hasilnya, disepakati sejumlah perubahan strategis yang akan memengaruhi arah organisasi ke depan.
Salah satu keputusan utama adalah penghapusan keterkaitan organisasi dengan Partai Buruh. Selain itu, struktur Majelis Nasional juga dihapus dari sistem organisasi.
Keputusan tersebut menegaskan upaya organisasi untuk memperkuat independensi dan menata ulang struktur internal di tengah dinamika yang berkembang. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!