Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Perkuat Penciptaan Lapangan Kerja

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Perkuat Penciptaan Lapangan Kerja

Kameranusantara.id  - Pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap terjaga menjadi modal penting dalam memperluas kesempatan kerja dan menjaga stabilitas pasar tenaga kerja. Di tengah dinamika dunia usaha, pemerintah terus mengawal berbagai kebijakan agar penciptaan lapangan kerja baru mampu mengimbangi perubahan yang terjadi di berbagai sektor industri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dalam perekonomian yang kompetitif, masuk dan keluarnya perusahaan merupakan dinamika yang wajar. Oleh karena itu, kondisi pasar tenaga kerja perlu dilihat secara menyeluruh dengan memperhatikan pertumbuhan perusahaan baru serta peluang kerja yang tercipta.

"Di ekonomi itu selalu ada seperti itu. Dalam pasar yang kompetitif ada keluar masuk (perusahaan), entry dan exit. Jadi jangan lihat yang exit saja, karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut," ujar Purbaya.

Menurutnya, indikator utama yang mencerminkan kesehatan pasar tenaga kerja adalah meningkatnya penciptaan lapangan kerja dan menurunnya tingkat pengangguran. Hal tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih mampu menghasilkan peluang kerja baru di tengah perubahan struktur dunia usaha.

"Kalau kita lihat unemployment (pengangguran) turun, sepertinya sih banyak penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar. Justru pertumbuhan ekonomi menggambarkan itu sebetulnya," katanya.

Purbaya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada pada kisaran lima persen menunjukkan fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan aktivitas ekonomi berjalan secara positif.

"Kalau kita lihat data agregatnya kan turun (pengangguran). Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu kan tertinggi di bulan pertama sejak tahun 2013. Jadi harusnya kondisi ekonomi memang baik secara agregat," ujarnya.

Meski mengakui adanya perusahaan yang melakukan efisiensi maupun penyesuaian usaha, pemerintah menilai perkembangan tersebut harus dipandang secara komprehensif dengan mempertimbangkan jumlah investasi baru, perusahaan yang tumbuh, serta lapangan kerja yang terus tercipta.

"Bukan berarti enggak ada pemecatan, enggak ada perusahaan bangkrut. Itu pasti ada. Cuma kita lihat yang baru berapa. Harusnya banyak perusahaan baru atau yang menciptakan lapangan kerja baru dibandingkan perusahaan bangkrut atau keluar," tutur Purbaya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah terus menggulirkan berbagai stimulus ekonomi guna memperkuat dunia usaha, meningkatkan investasi, dan memperluas kesempatan kerja di berbagai sektor.

"Pemerintah ngasih stimulus macam-macam kepada ekonomi supaya ekonomi bisa tumbuh lebih cepat. Kalau ekonomi tumbuh lambat, nanti banyak terjadi pemecatan dibanding perusahaan-perusahaan baru," katanya.

Purbaya juga menegaskan bahwa penilaian terhadap kondisi ekonomi harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai indikator makro maupun mikro agar menghasilkan gambaran yang objektif mengenai perkembangan perekonomian nasional.

"Kalau lihat agregat, harus dilihat betul berapa perusahaan baru, berapa penciptaan lapangan kerja baru, berapa pengangguran baru. Baru di situ kelihatan gambaran makro yang sebetulnya," ujarnya.

Melalui penguatan kebijakan ekonomi, stimulus investasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan semakin memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional. (hni)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement