Serang, kameranusantar.id - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan manfaatnya tepat sasaran dan berkualitas. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan daerah.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Menurutnya, pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjaga keseimbangan dan kualitas pelaksanaan di lapangan.
Saat ini, sekitar 2,7 juta anak di Banten telah menerima manfaat MBG secara rutin setiap pekan. Andra menyebut capaian tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat, mengingat skala program yang besar.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi makanan ke sekolah. Deputi BGN Dadang Hendrayudha menyatakan, seluruh unsur daerah, termasuk Forkopimda, diminta terlibat aktif dalam pemantauan.
BGN juga mendorong penggunaan sistem digital agar kepala daerah dapat memantau pelaksanaan program secara real time. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus mempercepat penanganan kendala di lapangan.
Selain aspek pengawasan, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemberdayaan ekonomi lokal. Bahan baku MBG diharapkan berasal dari sektor peternakan, perikanan, dan usaha lokal agar memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Standar ketat turut diterapkan pada operasional dapur, mencakup kebersihan, kualitas gizi, hingga manajemen produksi. BGN memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran, mulai dari peringatan hingga penghentian operasional.
Sejauh ini, sekitar 20 unit penyedia layanan di Banten telah dihentikan sementara karena tidak memenuhi standar, terutama terkait sanitasi dan kelayakan makanan.
Program MBG sendiri difokuskan pada pemenuhan gizi anak, bukan sekadar penyediaan makanan. Pemerintah juga melibatkan tenaga profesional serta pihak sekolah untuk ikut mengawasi kualitas menu yang disajikan.
Dengan pengawasan yang diperkuat, program ini diharapkan tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak di Banten. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!