Jakarta, kameranusantara.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan domestik membuat pelaku usaha memilih bersikap hati-hati dengan menunda ekspansi bisnis. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada melambatnya penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, mengatakan tekanan ekonomi yang dihadapi dunia usaha saat ini lebih berat dibandingkan awal tahun. Ketegangan geopolitik global, fluktuasi nilai tukar, hingga tekanan inflasi turut membebani sektor riil dan pasar keuangan.
Menurutnya, dunia usaha juga masih menghadapi tantangan berupa belum optimalnya kepastian dan konsistensi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan iklim investasi, fiskal, serta kegiatan usaha.
Akibat berbagai faktor tersebut, banyak perusahaan memilih fokus menjaga keberlangsungan bisnis dibanding melakukan ekspansi agresif dalam jangka pendek maupun menengah.
“Pelaku usaha saat ini lebih mengutamakan mempertahankan kinerja yang ada daripada mengambil risiko memperluas usaha,” ujar Shinta.
Sikap defensif dunia usaha tersebut berpotensi menahan pertumbuhan lapangan kerja karena perusahaan cenderung menunda perekrutan tenaga kerja baru. Jika kondisi berlanjut, pertumbuhan pasar domestik dan ekonomi nasional juga dapat ikut terdampak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Apindo mendorong pemerintah memperkuat stabilitas makroekonomi, terutama menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi. Selain itu, pemerintah diminta meningkatkan kepastian regulasi serta memperkuat kebijakan yang mendukung produktivitas, ekspor, dan investasi tanpa mengurangi daya beli masyarakat.
Apindo juga menilai transparansi, dialog yang terbuka dengan pelaku usaha, serta fleksibilitas kebijakan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong ekspansi bisnis di tengah tekanan ekonomi yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!