PASURUAN, kameranusantar.id – Aksi demonstrasi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akhirnya berakhir setelah TNI Angkatan Laut (TNI AL) memutuskan menghentikan sementara latihan teknis menembak di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Lekok dan Grati.
Keputusan tersebut disampaikan Komando Latihan Marinir (Kolatmar) TNI AL sebagai respons atas tuntutan warga yang mengkhawatirkan dugaan peluru nyasar saat latihan militer. Penghentian sementara itu turut membuka jalan bagi dialog antara masyarakat dan pihak TNI AL.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara tokoh masyarakat Desa Alastlogo dengan jajaran TNI AL guna mencari solusi atas persoalan yang dikeluhkan warga.
Perwakilan Pemkab Pasuruan mengatakan seluruh pihak memiliki kepentingan yang sama, yakni menjamin keselamatan masyarakat sekaligus menjaga agar kegiatan latihan militer dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Kami berharap dialog segera terlaksana sehingga dapat ditemukan solusi terbaik bagi masyarakat Alastlogo," ujarnya usai berdialog dengan warga, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, perwakilan TNI AL, Letkol Marinir Arif Nugroho, menjelaskan penghentian sementara hanya berlaku untuk latihan teknis menembak. Adapun permintaan warga agar seluruh aktivitas latihan dihentikan sepenuhnya akan diteruskan kepada pimpinan untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
"Kami hanya menjalankan tugas sebagai pelaksana. Seluruh aspirasi masyarakat akan kami laporkan kepada pimpinan," kata Arif.
Dalam kesempatan yang sama, Arif juga membantah adanya intimidasi terhadap Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto, yang sebelumnya mengaku menerima ancaman melalui sambungan telepon. Ia memastikan tidak akan ada tindakan yang merugikan masyarakat.
Setelah memperoleh kepastian mengenai penghentian sementara latihan dan rencana dialog, warga membubarkan aksi demonstrasi serta membuka kembali jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang sempat ditutup selama beberapa jam.
Sebelumnya, warga Desa Alastlogo memblokade jalan nasional di depan Markas Komando Latihan Marinir sebagai bentuk protes atas dugaan proyektil latihan yang mengenai kawasan permukiman. Mereka meminta kegiatan latihan dievaluasi demi menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi latihan militer. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!