KAMERANUSATARA – Upaya memperkuat ketahanan generasi muda dari pengaruh paham ekstremisme terus dilakukan di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui kegiatan sosialisasi moderasi beragama, para pelajar di Kecamatan Nunukan Selatan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi, menghargai keberagaman, serta memperkuat semangat persatuan.
Kegiatan yang digelar oleh Gerakan Anti Radikalisme dan Gerakan Harmoni (GAGAH) tersebut menyasar kalangan pelajar sebagai bagian dari langkah preventif untuk membangun karakter generasi muda yang cinta damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kegiatan itu, peserta diberikan materi mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, serta menolak segala bentuk kekerasan maupun penyebaran paham ekstrem.
Wilayah perbatasan dinilai memiliki posisi strategis sehingga penguatan wawasan kebangsaan dan nilai toleransi menjadi aspek penting dalam membentuk ketahanan sosial masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui diskusi sehingga para peserta dapat memahami berbagai tantangan yang muncul di era digital, termasuk penyebaran informasi yang berpotensi memicu intoleransi apabila tidak disikapi secara bijak.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat serta berperan aktif menjaga kerukunan antarumat beragama.(*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!