Pengamat Ingatkan Risiko One Man Show di Pemerintahan Prabowo

Pengamat Ingatkan Risiko One Man Show di Pemerintahan Prabowo

JAKARTA, kameranusantara.id – Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto yang kerap turun langsung menjelaskan berbagai persoalan publik dinilai perlu mendapat perhatian. Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai kondisi tersebut dapat memunculkan kesan bahwa roda pemerintahan terlalu bergantung pada sosok presiden.

Menurut Hendri, peringatan Prabowo kepada para pejabat agar tidak menyampaikan laporan yang dimanipulasi justru menunjukkan adanya persoalan dalam sistem komunikasi internal pemerintah. Ia melihat adanya indikasi sebagian bawahan lebih fokus membangun citra keberhasilan dibanding menyampaikan kondisi yang sebenarnya.

"Jika presiden sampai harus mengingatkan soal laporan yang tidak akurat, itu berarti ada masalah yang perlu dibenahi di dalam birokrasi," ujar Hendri.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai sejumlah polemik publik belakangan selalu berujung pada penjelasan langsung dari kepala negara. Padahal, menurutnya, banyak persoalan seharusnya dapat dijelaskan oleh kementerian atau lembaga yang bertanggung jawab.

Ia mencontohkan polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai kritik di sejumlah daerah. Dalam situasi tersebut, publik justru lebih banyak melihat presiden tampil memberikan klarifikasi dibanding pejabat teknis yang menangani program.

Hensa mengingatkan pola semacam itu berisiko menciptakan persepsi bahwa presiden bekerja sendirian tanpa dukungan tim yang efektif. Jika terus berlanjut, seluruh beban politik dan tanggung jawab publik akan terkonsentrasi pada satu figur.

Selain itu, frekuensi kemunculan yang terlalu tinggi juga dinilai membuka peluang terjadinya kesalahan komunikasi. Di era digital, setiap pernyataan pejabat publik dapat dengan mudah dipotong, disebarluaskan, dan ditafsirkan di luar konteks.

"Semakin sering seorang pemimpin harus menjawab semua persoalan sendiri, semakin besar pula risiko politik yang harus ditanggung," katanya.

Karena itu, Hendri mendorong pemerintah memperkuat koordinasi dan komunikasi di level kementerian maupun lembaga agar setiap persoalan dapat dijelaskan oleh pihak yang berwenang. Dengan demikian, presiden dapat lebih fokus pada fungsi strategisnya sebagai pemimpin negara tanpa terjebak dalam pola "one man show". (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement